Tuesday, 9 August 2011

Memperbaiki Hp Yang Rusak

Memperbaiki  Handphone Yang Sering Eror
Temen-temen mungkin kesal ketika sedang asik smsan tiba-tiba hpnya mati,atau loading datanya lelet.Mungkin itu salah satu tanda bahwa hpnya ada masalah.Mungkin terkena virus atau file datanya sudah korup. Untuk mengatasi problem tersebut saya ada tips untuk memperbaikinya.  Salah satu cara untuk memperbaikinya  dengan cara update firmware hp tersebut  dengan versi yang terbaru. Ada beberapa software yang perlu temen-temen persiapkan,…
  Alat-alat tersebut antara lain :
1.       Software Phoenix
2.        Firmware versi terbaru sesuai dengan tipe hp yang akan di flash
3.        Cable data
4.         PC,Laptot,netbook untuk install phoenix dan firware
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan flashing terhadap hp Nokia kita, hal tersebut antar a lain:
1.       Back up atau pindahkan data-data penting yang ada di hp kita seperti : kontak tlpn dan file-file penting lainnya.
2.       UnInstal software yang berbau Nokia,nokia PC Suite dan sebangsanya.
3.       Cabut SIM Card dan Memory dari hp kita
4.        Pastikan Batrai pada hp kita dalam posisi Full.
Adapun urutan kerjanya sebagai berikut ;
1.       Instal Phoenix ke PC kita,..Silahkan temen-temen cari di Mbah google atau atu download ja lewat link ini : http://rapid*share.com/files/299680024/Phoenix_2009.34.7.exe atau di : http://www.indo*web*ster...com/Phoenix_2009347.html
2.       Instal Firware Yang sesuai dengan hp yang akan di Flash.Untuk download firmwarenya silahkan temen-temen berkunjung ke: http://www.blue-nokia.com/
Setelah semua sudah terinstal dengan benar baru lakukan flashingnya berikut gambar melakukan flashing hp Nokia:


1. buka phoenix, klik "manage connections"







aku make usb. ex. DKE-2 cable.

Sample Flash log

Flashing started
Creating product data items list
Product data items list created
Backup not required
Flashing phone
Initializing
Asic CMT: Verifying communication to device...
Getting product info...
Loading image files...
AdlServer: Rebooting...
Closing connection
Waiting for USB device. Press phone's power button (if you start from dead terminal)
ROM Boot Drivers loaded. Creating RAW connection
Connecting to device...
Connection opened
Connection opened to BootCode successfully
First wait command failed. Preparing for bootrom waiting loop ...
Sending Wait Request...
Sending Wait Request...
Sending Wait Request...
Sending Wait Request...
Sending Wait Request...
Sending Wait Request...
Sending Wait Request...
Sending Wait Request...
Sending Wait Request...
Sending Wait Request...
Sending Wait Request...
Sending Wait Request...
Sending Wait Request...
Sending Wait Request...
Sending Wait Request...
Sending Wait Request...
Sending Wait Request...
Sending Wait Request...
Sending Wait Request...
Sending Wait Request...
Flashing Secondary boot code: 14848 Bytes
Sending USB data: 28%
Sending USB data: 55%
Sending USB data: 83%
Sending USB data: 100%
Secondary boot loaded
Skipping USB handshake...
Flashing Update Server Data: 2051785 Bytes
Flashing UPS data: 0%
Flashing UPS data: 26%
Flashing UPS data: 51%
Flashing UPS data: 77%
Flashing UPS data: 83%
Flashing UPS data: 87%
Flashing UPS data: 90%
Flashing UPS data: 93%
Flashing UPS data: 97%
Flashing UPS data: 100%
Flashing UPS data: 100%
Update server loaded
Waiting for Update Server to boot...
Closing connection
Connecting to device...
Connection opened
Asic CMT: Verifying communication to device...
Initializing Update Server....
Asic CMT: Verifying communication to device...
Loading image files...
Loading image files...
Asic CMT: Selecting programming blocks...
Warning: PAPUBKEY already selected
Flashing SingleAsic device...
Asic CMT: Start programming 66447 KB...
Asic CMT: Erasing rm230_04.21_prd_core.fpsx
Asic CMT: Erasing area 1...
Asic CMT: Erasing area 2...
Asic CMT: Erasing area 3...
Asic CMT: Partitioning rm230_04.21_prd_core.fpsx
Asic CMT: Partitioning area 1...
Asic CMT: Erasing rm230_04.21_prd_v15_01_apac2.fpsx
Asic CMT: Erasing area 1...
Asic CMT: Erasing rm230_04.21_prd_uda_erase.fpsx
Asic CMT: Erasing area 1...
Asic CMT: Erasing rm230_04.21_prd_uda_erase.fpsx
Asic CMT: Erasing area 1...
Asic CMT: Erasing rm230_04.21_prd_uda_erase.fpsx
Asic CMT: Erasing area 1...
Asic CMT: Programming rm230_04.21_prd_core.fpsx
Asic CMT: Programming 0%
Asic CMT: Programming 2%
Asic CMT: Programming 4%
Asic CMT: Programming 6%
Asic CMT: Programming 8%
Asic CMT: Programming 10%
Asic CMT: Programming 12%
Asic CMT: Programming 14%
Asic CMT: Programming 16%
Asic CMT: Programming 18%
Asic CMT: Programming 20%
Asic CMT: Programming 22%
Asic CMT: Programming 24%
Asic CMT: Programming 26%
Asic CMT: Programming 28%
Asic CMT: Programming 30%
Asic CMT: Programming 32%
Asic CMT: Programming 34%
Asic CMT: Programming 36%
Asic CMT: Programming 38%
Asic CMT: Programming 40%
Asic CMT: Programming 42%
Asic CMT: Programming 44%
Asic CMT: Programming 46%
Asic CMT: Programming 48%
Asic CMT: Programming 50%
Asic CMT: Programming 52%
Asic CMT: Programming 54%
Asic CMT: Programming 56%
Asic CMT: Programming 58%
Asic CMT: Programming 60%
Asic CMT: Programming 62%
Asic CMT: Programming 64%
Asic CMT: Programming rm230_04.21_prd_v15_01_apac2.fpsx
Asic CMT: Programming 66%
Asic CMT: Programming 68%
Asic CMT: Programming 70%
Asic CMT: Programming 72%
Asic CMT: Programming 74%
Asic CMT: Programming 76%
Asic CMT: Programming 78%
Asic CMT: Programming 80%
Asic CMT: Programming 82%
Asic CMT: Programming 84%
Asic CMT: Programming 86%
Asic CMT: Programming 88%
Asic CMT: Programming 90%
Asic CMT: Programming 92%
Asic CMT: Programming 94%
Asic CMT: Programming 96%
Asic CMT: Programming 98%
Asic CMT: Programming 100%
Asic CMT: Programming rm230_04.21_prd_uda_erase.fpsx
Asic CMT: Programming rm230_04.21_prd_uda_erase.fpsx
Asic CMT: Programming rm230_04.21_prd_uda_erase.fpsx
Finished Flashing
Rebooting to RFS Mode
Asic CMT: Verifying communication to device...
Waiting for communication response: 25
BB5 USB Flashing succeeded
Phone flashing completed. Waiting for phone to boot up
Bootup successful
Verifying communication to product (before flash finalizing)
Communication verified
Started product mode change
Product mode change complete
Doing factorysets
Factorysets complete
Loading default data to phone
Loading default data to phone
Getting Data Package
Reading product state
Starting backup/restore sub-procedure: data item pre-delay
data item pre-delay
data item pre-delay
Sub-procedure completed: Succeeded., result code: 0
Starting to backup/restore data item: ProductProfile, version: 1.0
Data Item backup/restore completed: Succeeded., result code: 0
Starting backup/restore sub-procedure: data item post-delay
data item post-delay
data item post-delay
Sub-procedure completed: Succeeded., result code: 0
Backup/restore result: 0 out of 1 items were not backed up
Default data loading complete
Stopping all operations, returning phone to default mode
All operations completed
Product flashing succeeded.

Monday, 20 December 2010


Prediksi Gempa Bumi dari Sinar Matahari

Penampakan Matahari (AP Photo| NASA)

VIVAnews - Para ahli bersikukuh gempa bumi sulit diprediksi. Namun R Shanmugasundaram mencoba mematahkan anggapan itu. Ia mengembangkan metode sinar matahari untuk memprediksi datangnya gempa.
Caranya, dengan melihat jatuhnya sinar matahari pada titik bumi.

Matahari adalah bintang yang paling dekat dengan planet bumi. Jarak antara bumi dan matahari sekitar 94,5 juta mil pada Aphelion (1 Juli) dan 91,5 juta mil pada Perihelion (1 Januari). Jarak dari dua tanggal tersebut tidak terlalu jauh dari rata-rata jarak, yaitu 93 juta mil. Namun, jumlah radiasi yang diterima adalah 7 persen lebih besar pada Perihelion daripada Aphelion.

Teori Fisika dari planet Bumi menunjukkan bahwa bumi berputar pada porosnya sendiri dengan kemiringan 23,5 derajat dan melengkapi satu kali siklus dalam 24 jam. Sebagai tambahan, dalam perjalanan bumi mengelilingi matahari, dijaga kestabilannya dengan garis Axis (garis imajiner sekitar yang objek yang berputar), yang jarak sudutnya 66,5 derajat dari orbit. Akibatnya, sudut di mana sinar matahari jatuh di titik bumi juga berubah.

Ketika bumi berputar pada porosnya sendiri, dengan kemiringan 23,5 derajat, untuk alasan yang tidak diketahui, tingkat derajatnya akan mengalami kemiringan selama beberapa hari dan akan kembali normal. Hal ini memungkinkan lava untuk mendorong mantel bumi.

Dengan kata lain, kenaikan dari sudut kemiringan bumi secara otomatis mengaturnya dengan benar pada posisi semula. Kondisi ini mengaktifkan platetektonik dan lava cair untuk cenderung menusuk bagian lebih yang lemah pada piring bumi yang menyebabkan gempa bumi dan erupsi vulkanik. Hal ini tergantung pada kerak bumi di mana isinya akan cenderung keluar.

Jadi, variasi ini dapat dicatat setiap hari pada permukaan yang halus dan dibangun di arah Utara/Selatan. Yaitu, dengan menggunakan sinar matahari terus-menerus dan tergantung tempat bencana anomali ditentukan. Ini hanya salah satu metode yang  terus-menerus dicatat untuk melihat deformasi kerak bumi sehingga gempa kecil maupun besar dapat diprediksi.

Seperti dikutip dari earthquake.itgo.com, metode ini telah diuji coba selama beberapa tahun terakhir secara berkesinambungan. Hasilnya menunjukan tingkat akurasi hingga 80 persen. (umi)
Petti Lubis, Mutia Nugraheni
• VIVAnews

Sunday, 19 December 2010

Review: Indonesia Mantap ke Final

Crisitan Gonzales (c) AFP
Crisitan Gonzales (c) AFP
Bola.net - Indonesia akhirnya mampu melaju ke final Piala AFF Suzuki 2010 setelah unggul agregat 2-0, usai laga semifinal ke dua melawan Filipina, Garuda kembali menang tipis 1-0.Kejutan diberikan pelatih Alfred Riedl dalam laga ini, ia untuk pertama kalinya menurunkan Yongky Aribowo sebagai starter. Kepercayaan itu langsung dibalas Yongky dengan kecepatan yang dimilikinya, sayang di babak pertama ini ia sering terjebak dalam posisi offside.
Peluang pertama Indonesia didapat di menit ke 10, saat Cristian Gonzales yang lolos dari jebakan offside saat mendapatkan umpan terobosan dari Yongky. Akan tetapi, El Loco yang tinggal berhadapan dengan Neil Etheridge gagal menaklukkan kiper itu.
Sementara Filipina mereka terlihat tampil bertahan dan hanya mengandalkan serangan balik saja, mereka hanya sesekali saja menyerang dan belum mampu menciptakan peluang.
Gagal menembus rapatnya pertahanan Indonesia, Filipina mulai menerapkan strategi untuk mencari peluang melalui set piece. Namun, usaha itu tak juga mampu membuat mereka mendapatkan peluang, dan mulai berupaya dengan spekulasi tendangan dari luar kotak penalti yang masih belum menemui sasaran.
Indonesia terus menyerang dan mendominasi jalannya pertandingan, akan tetapi Merah Putih belum juga memperoleh peluang yang cukup berarti. Tuan rumah baru memiliki peluang emas di menit ke 20 melalui tandukan Gonzales yang masih tepat mengenai Neil. Bahkan semenit kemudian Gonzales lagi-lagi gagal memanfaatkan peluang emas saat melewatkan bola sodoran Muhammad Ridwan yang sudah melewati kiper Filipina dari sisi kanan.
Cristian Gerard Alfaro Gonzales akhirnya mampu menebus dua peluang emas yang ia lewatkan tadi dengan mencetak gol spektakuler di menit ke 43. Tendangannya dari luar kotak penalti mengarah deras ke sudut kanan gawang Neil Etheridge dan membawa Indonesia unggul 1-0 yang bertahan hingga turun minum.
Pertandingan babak ke dua baru berjalan empat menit, Zulkifli Syukur sudah memberi shock therapy kepada kiper Filipina. Namun Neil masih bisa mementahkan bola tersebut dan langsung menangkap bola yang mental tersebut, ia terpaksa berbenturan keras sebelum dikuasai Yongki.
Filipina mencoba bangkit dan sempat memiliki peluang di menit ke 58, beruntung peluang emas Filipina itu gagal dimanfaatkan Greatwich, bola tandukannya masih tinggi di atas gawang Markus.
Memasuki menit ke 75, Indonesia mulai terlihat melakukan kesalahan-kesalahan yang seharusnya tak perlu dilakukan. Kesalahan dilakukan Zulkifli di menit ke 76 dan langsung direbut pemain Filipina, beruntung Markus dengan sigap keluar untuk menggagalkan peluang tersebut.
Meski Pelatih Filipina, Simon McMenemy mulai melakukan pergantian pemain dengan menarik keluar dua pemainnya di pertengahan babak ke dua, pelatih Indonesia, Alfred Riedl baru melakukan melakukan pergantian pemain di menit ke 84. Ia memasukkan Arif Suyono dan menarik keluar Okto. FIlipina, Simon McMenemy
Pertandingan tersisa tiga menit, dan Filipina harus bermain 10 orang saja. Christoper Greatwich akhirnya diusir keluar lapangan saat ia mendapatkan kartu kuning ke duanya dalam laga ini usai melakukan pelanggaran keras terhadap Markus.
Injury time selama empat menit yang diberikan wasit asal Bahrain, Ali Hasan Ebrahim Abdulnabi tidak mampu dimanfaatkan kedua tim dengan baik. Malang bagi Indonesia, Ahmad Bustomi harus diganjar kartu kuning karena terpancing aksi Anton del Rosario yang di sepanjang pertandingan sering melakukan provokasi kepada pemain Indonesia.
Skor 1-0 tetap bertahan hingga laga usai dan Indonesia akhirnya mampu melenggang ke final Piala AFF untuk ke empat kalinya. Di final yang akan berlangsung dengan sistem home and away 26 dan 29 Desember nanti, Indonesia akan ditantang Malaysia yang sempat mereka cukur 5-1 di babak penyisihan lalu. Leg pertama partai final akan dilangsungkan di National Stadium Malaysia, sedangkan leg ke dua akan dilaksanakan di stadion Gelora Bung Karno jakarta.   (bola/fjr)

Monday, 13 December 2010

Mengeksplorasi Keajaiban Komodo

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Satwa endemik komodo (Varanus komodoensis) terlihat di Pulau Komodo, Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Selasa (29/11/2010). Taman Nasional Komodo menjadi salah satu dari 28 finalis New 7 Wonders of Nature.
BAJO, KOMPAS.com - Nama Taman Nasional Komodo (TNK) rasaya sudah tidak asing lagi di telinga kita. Taman nasional seluas 173.300 hektar yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur tersebut merupakan habitat bagi satwa purba endemik Indonesia, Komodo Dragon (Varanus komodonensis).
TNK sendiri baru ditetapkan sebagai taman nasional sejak tahun 1980. Sebelas tahun kemudian UNESCO menenerima TNK sebagai situs warisan dunia dan cagar biosfer. Nama TNK semakin ramai dibincangkan setelah tahun lalu masuk dalam 28 finalis tujuh keajaiban dunia yang baru sebagai satu-satunya wakil Indonesia.

Beberapa hari lalu, Kementerian Kebudayaan dan Periwisata Indonesia memberi kesempatan puluhan jurnalis Indonesia dan asing untuk mengeksplorasi keindahan TNK, termasuk wartawan Harian Kompas. Perjalanan menuju TNK dijangkau dengan pesawat dari Jakarta menuju Denpasar, Bali, selama lebih kurang 90 menit.

Perjalanan kemudian dilanjutkan dari Denpasar menuju Labuan Bajo, ibu kota kabupaten Manggarai Barat menggunakan pesawat yang lebih kecil selama lebih kurang 60 menit. Dari Labuan Bajo, perjalanan selanjutnya hanya bisa ditempuh melalui jalur laut dengan kapal. Transportasi yang satu ini banyak disewakan warga setempat di Pelabuhan Labuan Bajo dengan harga kisaran Rp 800.000 hingga Rp 3 juta per hari tergantung jenis kapal dan berapa lama sewa.
Kapal yang kami gunakan sendiri yaitu cruise Merry Makin. Kapal mewah bertarif 6.000 dolar AS per hari ini mengantarkan kami menuju habitat komodo yaitu Pulau Komodo dan Pulau Rinca, dua pulau terbesar yang ada di TNK. Perjalanan dari Pelabuhan Labuan Bajo menuju Pulau Komodo ditempuh lebih kurang 90 menit.
Meski relatif dekat akan jauh lebih baik jika perjalanan dilakukan sepagi mungkin untuk menghindari terik matahari, menggingat Pulau Komodo merupakan padang savana yang gersang dan panas terutama saat musim kemarau.
Masih menunjukan pukul 08.00 WITA setibanya kami di pintu masuk utama Loh Liang, kantor sekaligus pos jaga para ranger (penjaga hutan), Kamis (3/12/2010). Petugas dari Balai Konservasi TNK, Ande Kefi bersama Yusuf Jenata, Muhammad Shaleh, dan Jackson Bele mulai memandu kami memasuki hutan lengkap dengan senjata utama mereka, tongkat kayu bercabang. Tongkat kayu sepanjang 2,5 meter memiliki cabang diujungnya berfungsi untuk menahan leher atau hidung komodo ketika menyerang.
Masih sangat pagi namun terik matahari setia menyengat kulit menemani perjalanan mengelilingi padang savana yang gersang. Dua puluh menit perjalanan menuju hutan asam, seekor komodo jantan dengan ukuran maksimum memiliki panjang 4 meter sedang berjemur untuk memanaskan tubuhnya tak jauh dari kubangan air.
Populasi komodo di pulau seluas 336 kilometer persegi tersebut ada sekitar 1.300 ekor. Reptil raksasa ini memasuki musik kawin hanya satu kali dalam setahun yaitu pada bulan Juli hingga Agustus. Pada musim kawin komodo jantan akan bertempur memperebutkan bentina. Satu bulan setelah musim kawin sang betina akan mencari lubang di tanah untuk bertelur. Sekali bertelur umumnya komodo mengeluarkan 15-30 butir telur dengan masa inkubasi antara 8-9 bulan. Anak-anak komodo yang menetas akan berlindung di atas pohon untuk menghindari predator dan kalibalisme dari komodo dewasa.
Total populasi komodo di TNK berjumlah lebih kurang 2.500 ekor. Sebanyak 1.300 ekor hidup di Pulau Komodo, 1.100 ekor di Pulau Rinca (211 km2), sisanya 100 ekor hidup di Pulau Gilimotang, dan Nusa Kode. Komodo, pulau dengan ketinggian 0-735 dpl tersebut merupakan habitat bagi rusa (Cervus timorensis floresiensis), babi hutan (Sus scrofa), dan puluhan jenis burung, 12 jenis ular dan satwa lainya. Sementara tanaman khas antara lain pohon lontar (Borassus flabellifer), pohon asam (Tamarindus indica), kepuh (Streculia foetida), bidara (Ziziphus jujuba), dan jarak tintir (Jatropha multifida).

Dari puncak Bukit "Sulphurea Hill", lansekap TNK bisa terlihat jelas. Lokasi ini pula yang sering digunakan untuk pengamatan burung terutama burung kakatua kecil jambul kuning (Cacatua sulphurea). Oleh karena itu pula puncak bukit tersebut dinamakan Sulphurea.
Perjalanan berkeliling berakhir sekitar pukul 10.00 WITA. Para pamandu hanya membawa kami pada rute medium sekitar 3,5 kilometer dengan waktu tempuh lebih kurang 90-120 menit. Meski perjalanan di Pulau Komodo usai, namun keindahan TNK belum usai.
Cruise Merry selanjutnya membawa kami menuju pink beach, pantai berpasir merah muda yang banyak dikunjungi wisatawan karena memiliki spot diving dan snorkling yang baik. Pink Beach lokasinya tidak jauh dari Loh Liang karena memang masih berada di pulau yang sama. Hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk menuju Pink Beach.
TNK sedikitnya memiliki 18 spot diving dan snorkling terbaik yang tersebar dari Puau Komodo hingga Pulau Rinca. Sedikitnya ada 18 spesies satwa air antara lain ikan hiu, lumba-lumba, ikan pari, dan penyu.

Pagi harinya, kami pun beranjak menuju Loh Buaya di Pulau Rinca. Loh Buaya lebih dekat dijangkau dari Labuan Bajo, hanya membutuhkan waktu sekitar 30-45 menit saja. Namun matahari jauh lebih terik dibandingkan kemarin saat mengunjungi Pulau Komodo. Padahal Pulau Rinca lebih terbuka dan sedikit sekali pohon besar yang tumbuh. Tak perlu menunggu lama, keringat pun sekejap membasahi tubuh.

Di gerbang masuk Loh Buaya, ratusan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) bertenger di pohon bakau. Perjalanan pun dimulai, Kali ini Jackson memimpin, ditemani Ande Kefi, Yusuf Jenata, dan Muhammad Shaleh. Pertama mereka menunjukan deretan beberapa kerangka kepala kerbau, rusa, kuda, dan babi hutan yang pernah dimangsa komodo.
Lama kami berjalan, tujuh ekor komodo berteduh di bawah kolong dapur, tempat biasa ranger memasak. Aroma ikan dan daging mengundang komodo untuk mendekat di sekitar dapur. Komodo sangat sensitif terhadap bau darah dan bangkai. Bahkan reptil raksasa ini bisa mencium darah dan bangkai dari jarak 20 kilometer dengan lidahnya.
Dan keindahan TNK saat ini sedang dipertaruhkan. Rencananya 28 finalis akan memperebutkan tujuh pesona keajaiban dunia yang baru (new 7 wonders) melalui voting online di www.new7wonders.com. hasil voting akan diumumkan 11 November 2011. New7Wonders memang memiliki peran strategis meningkatkan pariwisata Indonesia, terlebih bila Indonesia masuk dalah tujuh besar keajaiban dunia yang baru. Namun apakah Komodo bisa masuk ke dalam tujuh keajabiban dunia yang baru? Kita tunggu jawabanya tahun depan.
Penulis: LUCKY PRANSISKA   |
Si Cantik yang Merana


KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO
Suasana Danau Toba pada malam hari, Sabtu (23/10/2010).

Oleh: Lusiana Indriasari
Turis membeli rokok, sabun, atau sandal jepit dengan dollar itu sudah biasa.
-- Mangiring
DANAU Toba dikenal memiliki pemandangan yang elok dan permai. Sayang, kecantikan alam danau vulkanik terbesar di dunia itu kini mulai ditinggalkan, bahkan oleh penghuninya sendiri.

Di depan panggung besar di pinggir Danau Toba, perempuan setengah baya, Marbun (50), duduk santai bersama teman perempuannya. Malam itu, ia siap berdendang semalam suntuk ditemani sebungkus rokok kretek, kacang rebus, dan kopi pahit.
Di antara kepulan asap rokoknya, Marbun berdendang sambil sesekali memejamkan mata. Ia tampak menghayati lirik lagu ”Lam Ganda Sitaonon” yang dinyanyikan grup Marsada Band di acara Festival Danau Toba 2010.
Lagu ini bercerita tentang perempuan yang merana karena ditinggal merantau kekasihnya. ”Kalau dengar lagu ini, teringatlah aku pada masa muda dulu,” kata Marbun.
Dulu, pada awal tahun 1980-an, lagu itu sangat populer di kalangan anak muda Parapat, Kabupaten Simalungun. Kota yang dibangun Belanda sebagai tempat peristirahatan di pinggir Danau Toba itu menjadi lokasi kegiatan Festival Danau Toba 2010 pada Oktober lalu.
Marbun masih ingat, dulu kota Parapat gelap gulita. ”Rumah kami belum ada listrik, cuma lampu yang bikin hidung hitam (jelaga),” kenangnya.
Saat purnama menghiasi langit, anak-anak muda kota Parapat dan desa lainnya di sekeliling Danau Toba beramai-ramai keluar rumah. Mereka berkenalan lalu bercengkerama di pinggir danau. Di bawah sinar bulan, lagu- lagu cinta semacam ”Lam Ganda Sitaonon” dan ”Bulani” pun mengumandang di mana-mana.
Pagi harinya, anak-anak muda kota Parapat dan desa lain di sekitar Danau Toba sibuk melayani turis dari mancanegara. Mereka menjual jasa menjadi penyanyi kafe atau hotel, menjual cendera mata, menjadi pemandu wisata, atau menjual aneka macam barang untuk turis.
”Ketika itu masyarakat sudah bisa hidup dari pariwisata,” tutur Mangiring (57), Kepala Adat Desa Tomok.
Tomok merupakan salah desa wisata di Pulau Samosir. Desa ini termasuk masih ramai didatangi wisatawan karena merupakan salah satu pintu masuk menuju Pulau Samosir dari Pelabuhan Ajibata, Parapat.
Mengadu nasib
Danau Toba kini tidak seramai dulu. Tidak banyak lagi anak muda bercengkerama dan bernyanyi di pinggir danau seperti di masa lalu. Menurut Hamonangan Sirait (57), seniman dan juga Ketua Sanggar Nauli di Parapat, anak- anak muda yang tinggal di sekeliling Danau Toba memilih pergi mencari penghidupan ke kota lain. ”Di sini tidak menjanjikan hidup karena pariwisatanya sudah mati,” tuturnya.
Mereka yang memilih tinggal di Danau Toba sekarang ini sebagian besar adalah perempuan, anak-anak, dan orang tua. Industri pariwisata yang mati tidak bisa menopang hidup para seniman yang lahir di Danau Toba. Mereka yang punya kemampuan bermusik dan bernyanyi merantau ke daerah lain yang industri pariwisatanya bergairah, seperti Jakarta, Bali, dan Lombok. Di sana mereka menjadi penyanyi di hotel-hotel berbintang dan kafe.
Sebagian pengusaha hotel dan penginapan yang dulu ramai kembali menjadi petani atau petambak ikan. Sebagian lagi mencoba peruntungan dengan membuka hotel di tempat wisata lain, seperti Bali dan Lombok.
Merosotnya sektor pariwisata di Danau Toba, kata Hamonangan, sudah terasa sejak pertengahan periode 1990-an. Kondisi ini diperparah dengan krisis moneter yang melanda Indonesia pada tahun 1998, diikuti gangguan keamanan, seperti bom di Jakarta dan Medan.
Selain keindahan alam, kawasan Danau Toba kaya dengan situs peninggalan sejarah. Di Pulau Samosir, wisatawan bisa mengunjungi situs batu sidang di Ambarita, makam kuno orang Batak di Tomok, situs perkampungan tua di Simanindo, dan lain-lain. Sayangnya, budaya masyarakat yang masih kental dengan tradisi belum dieksplorasi dengan baik sehingga menjadi suguhan bergizi bagi para wisatawan.
Salah satu daerah di Pulau Samosir yang masih dikunjungi wisatawan adalah Tomok dan Tuk Tuk. Meski begitu, kata Mangiring, jumlah turis yang datang ke Tomok sangat merosot. Padahal, dulu turis asing yang datang ke Tomok rela tidur hanya menggunakan jaring yang dipasang di antara dua batang pohon (hammock). Ada juga yang membawa tenda karena semua penginapan milik warga Desa Tomok penuh dengan turis.
Karena banyak turis asing, transaksi ekonomi di desa yang kini berpenduduk 6.000 jiwa ini lebih banyak menggunakan dollar Amerika Serikat. ”Turis membeli rokok, sabun, atau sandal jepit dengan dollar itu sudah biasa,” tutur Mangiring.
Kehidupan wisata sedikit bergairah di Tuk Tuk. Kawasan berbentuk peninsula ini lokasinya sekitar 7 kilometer dari Tomok. Desa ini jadi pusat kegiatan wisatawan asing yang ingin melewatkan malam di Samosir.
Selain penginapan, Tuk Tuk pada malam hari terasa lebih hidup, dengan deretan kafe, bar, dan restoran yang buka mulai pukul 18.00. Menurut Julieti (30), pekerja Today’s CafĂ© di Tuk Tuk, turis asing yang datang ke Tuk Tuk kebanyakan berasal dari Belanda, Perancis, Jerman, dan Amerika.
Di sisi lain, kawasan Danau Toba yang ditinggalkan menyisakan puing-puing bangunan bekas resor, vila, ataupun penginapan sekelas losmen dan hostel. Beberapa kafe, bar, dan ruang pajang rental motor/mobil dibiarkan terbengkalai begitu saja.
Dulu, dari kafe dan bar inilah seniman-seniman lokal menghibur tamu. Suara alat musik tradisional gondang, taganing, seruling, berbaur dengan gitar dan keyboard, mengalun di pesisir Danau Toba yang kini merana ditinggalkan penghuninya. Kini semua seolah tinggal puing berdebu, tinggal kenangan kelabu.
Toba, oh, Toba si cantik yang merana....
Sumber :
Kompas Cetak

Piala AFF
Pembeli Tiket Antri Panjang di SUGBK

Font size: Decrease font Enlarge font
image
Pembeli tiket terpaksa antri. (Bayu Marhaenjati/Bolanews.com)
Pada hari pertama penjualan tiket semifinal Indonesia kontra Filipina, pembeli tiket menyemut di Pintu X Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (13/12). Harga tiket naik tak menyurutkan keinginan suporter mendukung secara langsung.
Pada hari pertama penjualan tiket semifinal Indonesia kontra Filipina, pembeli tiket menyemut di area Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (13/12). Harga tiket naik tak menyurutkan keinginan suporter mendukung secara langsung.

“Saya datang mau beli tiket secara langsung, bukan mau tukar kwitansi pembelian. Saya sengaja datang di hari pertama agar tidak susah membeli tiket. Takutnya besok-besok antri panjang. Tapi, ternyata sekarang juga sudah antri,” ujar Mudji Rastono, salah satu pembeli.

Ketika diminta komentarnya terkait kenaikan harga tiket, Tono mengatakan, “ya, mau bagaimana lagi. Memang agak keberatan sih, tapi saya mau mendukung timnas secara langsung. Kalau dihitung-hitung, harganya empat kali lipat saat saya nonton Persija Jakarta.”
Kurang lebih antrian mencapai 300 meter. Itu pun dibagi dua bagian. Kalau dipanjangkan, antrian bisa mencapai 600 meter lebih. Selain antrian pembeli, parkiran motor pun ikut mengular. Tukang parkir dadakan sibuk mengatur keluar masuk kendaraan. Loket tiket dibuka pukul 10.00 WIB dan akan ditutup pukul 17.00 WIB.

Sebelumnya, Ketua LOC, Joko Driyono, mengatakan sebanyak 70.725 lembar tiket akan dicetak buat pertandingan Indonesia versus Filipina, 16 dan 19 Desember mendatang. Artinya, tiket dicetak 10 ribu lebih banyak dibanding pada babak penyisihan.

Harga tiket untuk kelas tertinggi, yakni VVIP, dinaikan dari semula Rp 250.000 menjadi Rp 500.000. "Tiket VVIP ini dicetak sangat terbatas, hanya untuk 300 sampai 400 seat," jelas Joko Driyono.

Harga tiket VIP Barat dinaikkan dari semula Rp 200.000 menjadi Rp 350.000. Untuk VIP Timur, yang sebelumnya disebut kategori I, dinaikan dari Rp 150.000 menjadi Rp 250.000. Tiket kategori I, dari semula Rp 100.000, menjadi Rp 150.000. Kategori II, di belakang gawang, dari semula Rp 75.000 menjadi Rp 100.000. Terakhir, tiket untuk tribun harganya Rp 50.000. Tak ada kenaikan harga untuk kelas paling buncit ini. 

Saturday, 11 December 2010

PIALA AFF
Awas! 3 Pemain Filipina Binaan Chelsea
Sabtu, 11 Desember 2010 | 06:13 WIB




JAKARTA, KOMPAS.com — Filipina merupakan kejutan utama di Piala AFF tahun ini. Bagaimana tidak, negara kepulauan ini sebelumnya tak memiliki sejarah bagus di sepak bola Asia Tenggara. Namun, siapa sangka, pada perhelatan kali ini Filipina sukses melesat ke semifinal tanpa menelan kekalahan sekali pun. Apa sebenarnya kunci kekuatan Filipina?
Jawabannya hanya satu, yakni naturalisasi. Bayangkan saja, dari 11 pemain inti di lapangan, 9 di antaranya merupakan pemain blasteran. Gilanya lagi, tiga pemain intinya pernah menimba ilmu di akademi sepak bola Chelsea.
Ke-9 pemain ini memang memiliki darah Filipina, tetapi lahir dan besar di luar negeri. Tentu yang menjadi pertanyaan kita adalah kenapa Filipina begitu mudahnya diperkuat pemain naturalisasi? Jawabannya adalah karena hukum di negara tersebut memperbolehkan warganya memiliki dua kewarganegaraan sekaligus.
Jadi, Federasi Sepak Bola Argentina tinggal mengajak pemain-pemain blasteran ini bermain di tim nasional mereka tanpa harus melepas kewarganegaraan asli milik pemain-pemain itu.
Mari kita mulai satu per satu. Kiper Filipina, Neil Etheridge, merupakan kiper cadangan klub papan tengah Premier League, Fulham. Etheridge sebenarnya sempat membela timnas Inggris U-16, tetapi pada akhirnya memilih membela tim nasional senior Filipina karena bujukan Federasi Sepak bola Filipina.
Etheridge merupakan salah satu kunci pertahanan Filipina begitu kuat. Bayangkan saja, dalam tiga laga di penyisihan Grup B, gawang Etheridge hanya kebobolan satu kali. Juara bertahan sekaligus tuan rumah sekelas Vietnam bahkan tak mampu menembus jala Etheridge.
Berikutnya ada kapten Alexander Borromeo. Pria 27 tahun ini merupakan sosok pemimpin sejati di lini belakang. Ia lahir di Amerika Serikat dan sudah memperkuat Filipina sejak 2004 lalu.
Selain Borromeo dan Etheridge, alasan kenapa Filipina begitu kuat di pertahanan adalah karena peran tiga bek naturalisasi lainnya, yakni Rob Gier, Ray Anthony Jonsson, dan Anton del Rosario. Perpaduan ketiganya membuat pertahanan Filipina begitu perkasa.
Gier dibesarkan di Inggris dan sepanjang kariernya bermain sepak bola di negara tersebut meski hanya sebatas liga amatir. Sementara Johnson sebenarnya sudah cukup tua. Pemain kelahiran Eslandia ini sudah memasuki usia 31 tahun. Kendati demikian, ia cukup lugas di lini belakang dan sejauh ini performanya sangat memuaskan Pelatih Simon McMenemy. Adapun Del Rosario lahir di Amerika Serikat. Kini ia bermain di Liga Filipina dan telah mengoleksi 28 caps bersama negaranya.
Dari empat pemain inti di lini tengah, tiga di antaranya merupakan pemain naturalisasi, yakni James Younghusband, Jason de Jong, dan Christopher Greatwich.
Sama seperti Etheridge, Younghusband juga pernah menimba ilmu di Akademi Sepak Bola Chelsea. Hingga tahun 2006 ia masih bermain di tim yunior "The Blues". Younghusband merupakan mesin serangan Filipina.
Selanjutnya ada Jason de Jong yang telah memperkuat Filipina sejak dua tahun lalu. De Jong kini telah memiliki 11 caps. Ia saat ini bermain di Veendam, klub Divisi Dua Liga Belanda.
Lalu ada Christopher Greatwich. Pria 27 tahun ini bermain di Morris County Colonials, klub amatir MLS. Greatwich dikenal sebagai gelandang haus gol. Dari 24 pertandingan internasionalnya, Greatwich sudah membukukan lima gol.
Terakhir dan yang paling berbahaya adalah Phil Younghusband. Pemain ini memiliki naluri gol yang sangat tinggi. Younghusband pernah menjadi pencetak gol terbanyak tim remaja Chelsea, 2005 lalu. Torehan golnya bersama Filipina juga tergolong impresif. Dalam 27 pertandingan, Younghusband sanggup mencetak 12 gol. Ini merupakan rekor yang bagus mengingat usia Younghusband baru memasuki 23 tahun. (WP)