Thursday, 16 February 2012

Kalau Saja Ada 10 Seperti Dahlan Iskan

Tuesday, 14 February 2012

Cerita Inspiratif Pak Dahlan Iskan seri 1



Mampir ke Zhuhai, setelah Sebulan Belajar Putonghua di Tiongkok
Wewenang Lebih Penting dari Uang

Pulang dari belajar bahasa mandarin (Putonghua) di Jiangxi Shi Fan University Nanchang, CEO Jawa Pos DAHLAN ISKAN mampir di kota Zhuhai. Dia sangat tertarik dengan kota ini. Berikut catatannya:

Inilah cara membangun kota yang modal utamanya bukan uang tapi ‘kemauan untuk membangun’. Setelah kemauan ada, lalu ditetapkanlah kebijaksanaan (policy) untuk melaksanakan kemauan itu. Setelah kebijaksanaannya digariskan, baru dicari caranya. Cara itulah yang menghasilkan dana untuk membangun kota Zhuhai yang beberapa tahun lalu masih seperti kampung kumuh, namun sekarang sudah hampir mendekati Singapura.Sebenarnya ini untuk kedua kalinya saya ke Zhuhai. Tapi baru kali ini saya tahu latar belakangnya mengapa kota Zhuhai bisa membangun begitu cepat. Seperti juga kota-kota lain di Tiongkok, 15 tahun yang lalu Zhuhai hanyalah kota kecil yang jelek, kumuh dan miskin. Apalagi Zhuhai berada persis di seberang pulau Macao yang amat terkenal dengan perjudian dan pariwisatanya itu. Waktu itu, kelihatan betul betapa mencoloknya perbandingan antara Macao yang dikelola Portugal dengan Zhuhai yang dikelola pemerintahan komunis Tiongkok.Tapi kini, dalam waktu yang begitu singkat, kota kecil yang miskin itu, Zhuhai, berubah total menjadi kota yang tertata, bersih, maju dan modern. Hari ini Zhuhai sudah mengalahkan Macao dari sudut apa pun: besarnya, banyaknya bangunan pencakar langit, bersihnya, hotel-hotelnya dan sebut saja apa lagi bidang yang harus diperbandingkan.Ketika ke Zhuhai pertama kali awal tahun ini, saya tidak menyangka kota ini begitu berubah. Tapi, waktu itu, saya tidak bisa menulis tentang Zuhai karena tidak punya keterangan yang valid tentang kota itu. Yang bisa saya lakukan adalah menyeberang ke Macao dan ingin tahu apa beda Zuhai hari ini dengan Macao hari ini. Saya pernah ke Macao 15 tahunan yang lalu sehingga tahu agak banyak bagaimana perkembangan Macao. Karena itu saya juga ingin tahu bagaimana Macao setelah dikembalikan oelh Portugal kepada pemilik asalnya, Tiongkok.Macao sendiri tentu juga berubah. Gedung pencakar langitnya lebih banyak. Bahkan kini ada jembatan yang amat panjang yang merangkai tiga pulau milik Macao menjadi satu untaian kepulauan. Kalau malam, jembatan ini menjadi lebih indah karena lampu-lampunya yang menghias sepanjang jembatan. Macao kini juga sudah punya lapangan terbang internasional.Namun karena kali ini saya masuk Macao dari kota Zuhai (15 tahun lalu saya masuk Macao dari Hongkong dengan jalan naik jetfoil selama satu jam), kini saya bisa merasakan langsung beda Zuhai dan Macao. Sungguh terasa benar bedanya, bahwa Macao kini bukan apa-apanya lagi dibanding Zuhai. Apa pun yang ada di Macao (kecuali casino) kini sudah ada pula di Zuhai –bahkan dalam ukuran yang lebih besar.Baru sepulang dari sekolah ini saya tahu bagaimana latar belakangnya sehingga Zuhai bisa berubah begitu cepat. Yakni ketika saya dapat kesempatan makan bersama Wakil Walikota Zuhai, Zhou Ben Hui. Saya kaget bahwa riwayat kebangkitan Zuhai yang begitu cepat dan pesat ternyata atas inisiatif tokoh-tokoh di Zuhai sendiri.Waktu itu pemerintah pusat Tiongkok yang dipelopori oleh Si Orang Kecil yang berpikiran besar Deng Xiaoping, memang mulai menjalankan sistem perekonomian terbuka. Penduduk mulai boleh punya toko sendiri (sebelumnya, toko pun harus milik negara) dan boleh punya kekayaan sendiri. Seiring dengan itu daerah-daerah juga dirangsang untuk maju dengan inisiatifnya sendiri. Maka banyak sekali kota di Tiongkok yang tiba-tiba bangkit membangun dengan gegap gempita. Lalu menimbulkan persaingan antar kota, karena kota yang lain juga tidak ingin ketinggalan. Apalagi Deng Xiaoping selalu memuji kota-kota yang mengalami kemajuan sehingga kota lain pun juga ingin dapat pujian yang sama.Maka kota Zuhai yang sebenarnya terlalu kecil dibandingkan dengan kota-kota lain, juga mengajukan keinginan untuk maju. Lalu saya bertanya kepada wakil walikota Zuhai yang berada di sebelah saya: berapa pemerintah pusat memberi dana untuk pembangunan yang menakjubkan itu.Jawabnya sungguh mengejutkan. Pusat praktis tidak memberikan dana. Kalau toh ada hanya untuk memberikan semangat yang jumlahnya sungguh tidak berarti. Yakni 20 juta yen, atau sekitar Rp 20 miliar. Sedang dari pemerintah propinsi Guangdong juga tidak memberikan dana tambahan.Memang bukan sekadar uang yang diinginkan kota Zuhai. Tapi wewenang. Yakni wewenang untuk membangun sendiri, mengundang investor, mengelola pendapatan dan seterusnya. Wewenang ternyata lebih penting dari uang, karena di balik wewenang ada tanggungjawab untuk bertanggungjawab atas wewenang yang diberikan padanya.Wewenang itulah yang diberikan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah propinsi. Zuhai boleh mengundang investor sendiri dan memberikan izin sendiri. Lebih dari itu pemerintah pusat memberikan rangsangan pada Zuhai, selama lima tahun boleh tidah setor pajak ke propinsi maupun ke pusat. Segala bentuk pajak, semuanya boleh dikelola dan dipakai sendiri oleh Zuhai. Baru setelah lima tahun, pajak yang menjadi hak pusat harus diberikan ke pusat dan yang harus jadi hak propinsi diserahkan ke propinsi. Itu pun dengan menggunakan tahapan sesuai dengan perundingan, seberapa Zuhai sudah tidak memerlukan rangsangan itu. (Jatim kalau diberi hak seperti ini selama 5 tahun akan punya dana pembangunan sebesar sekitar Rp 100 triliun. Apalagi daerah seperti Kaltim, Riau dan sebagainya).Pusat tentu punya pertimbangan sendiri untuk memberikan wewenang seperti itu. Yakni, karena letak Zuhai yang berada persis di seberang Macao yang kala itu sangat modern. Tentu kalau Zuhai bisa dibangun lebih hebat dari Macao maka secara politis akan sangat berarti. Ini akan mirip dengan Shenzhen yang berada di seberang Hongkong.Pemberian otonomi, kalau bisa jatuh kepada orang yang tepat, sebenarnya bisa menghasilkan kemajuan yang hebat. Zuhai adalah contoh pemberian wewenang yang jelas tapi juga jatuh kepada orang yang tepat. Untuk kecermatan memilih orang yang tepat itulah pusat ikut menentukan. Memang pemilihan pimpinan kota di situ dilakukan oleh DPRD setempat, namun karena terjadi mayoritas mutlak maka pimpinan partai akan sangat menentukan di balik pemilihan itu. Padahal pimpinan partai punya disiplin berjenjang yang ketat sampai di pusat. Maka pusat maupun propinsi mengendalikan wewenang tersebut melalui mekanisme partai.Maka untuk pemilihan pimpinan kota, biasanya sudah akan diketahui jauh-jauh hari siapa yang dapat “restu”. Bisa saja dia berasal dari kota setempat tapi juga bisa dari kota lain. Yang jelas, calon pimpinan kota yang mendapat “restu” tersebut haruslah orang yang sudah pernah menunjukkan prestasinya.Dengan demikian maka pemberian wewenang yang begitu besar tidak akan jatuh kepada orang yang hanya mengandalkan punya massa besar tapi sebenarnya tidak akan mampu mengelola wewenang tersebut demi kemajuan kotanya. (*)

Saturday, 11 February 2012

Film Indonesia "The Raid" menghentak dunia

Jakarta (Antara News) - Apa lagi yang paling dikenal dunia dari Indonesia? Kopi luwaknya yang terkenal paling mahal sedunia atau pulau Bali yang kesohor ke mana-mana karena demikian eksotisnya, belum lagi Komodo sang naga prasejarah.

Dan kini ada satu lagi yang mengguncang dunia, yaitu film eksyen The Raid (judul dalam Bahasa Indonesia "Serbuan Maut"), yang memukau banyak kalangan, termasuk pada Festival Film Sundance di Amerika Serikat.

Louis Virtel menulis dalam movieline.com bahwa The Raid akan mengguncang jagat perfilman dunia.  "Saatnya Indonesia unjuk gigi," katanya seperti dikutip movieline.com.

The Raid adalah film aksi yang mampu membuat dunia membuka matanya untuk Indonesia . Selain di Sundance, film garapan Gareth Evans ini diputar pada Festival Film Internasional Toronto. 

Para kritikus dan penonton film ini memuji The Raid sebagai salah satu film aksi terbaik dalam beberapa tahun terakhir.

Virtel sampai mengomentari triler film ini yang disebutnya paling keras, paling kasar, paling berdarah dan paling bertempo cepat yang pernah dia saksikan.

"Begitu cepat, begitu menghentak bagaikan neraka," kata Virtel tentang film yang juga dibintangi aktor senior Ray Sahetapy itu.

Film ini digadang-gadangkan akan menjadi 'hits' pada 2012, bukan hanya karena skoring musik luar biasa yang dibuat Mike Shinoda dari grup musik cadas Linkin Park dan Joe Trapanese. 

Aksi dalam film ini memang sungguh sangat luar biasa dan nyata, tidak seperti kebanyakan film aksi lainnya yang dirasa 'kurang mengigit', demikian ulasan Jen Yamato dalam celebrities.com.

Movieline.com dan Celebrities.com menyebut film berlatar pasukan khusus Polri yang memburu mafia terjahat di Jakarta ini menampilkan banyak aksi berdarah, ledakan bahan kimia dan silat, seperti film Evan sebelumnya "Merantau" yang dirilis pada 2009.

Iko Uwais, sang pemain utama film ini, disebut Celebrities.com berperan dengan sangat baik. Mampu memberikan nuansa interaksi antar manusia yang humanis, diantara carut marutnya kehidupan kriminalitas dan korupsi di Jakarta.

Saking mengejutkan dan luar biasanya film ini, distributor film kelas dunia Sony Pictures Worldwide mau memegang hak distribusinya untuk Amerika Serikat.

Hak pendistribusian disusul oleh negara-negara lain seperti Kanada, Inggris, Australia, Perancis, Jepang, Jerman, Cina dan Turki. 

Friday, 10 February 2012

Taman Laut Bunaken Tertua di Indonesia


INDONESIA salah satu negara kepulauan terbesar di dunia. Karena itu, sebagian besar kecantikan Indonesia ada di bawah laut, salah satu yang terkenal adalah Taman Laut Bunaken.

Taman Nasional Bunaken adalah taman laut yang terletak di Sulawesi Utara, Indonesia. Taman ini terletak di Segitiga Terumbu Karang, menjadi habitat bagi 390 spesies terumbu karang dan berbagai spesies ikan, moluska, reptil dan mamalia laut. Taman Nasional Bunaken merupakan perwakilan ekosistem laut Indonesia, meliputi padang rumput laut, terumbu karang, dan ekosistem pantai.

Taman nasional ini didirikan pada 1991, membuatnya menjadi salah satu taman laut tertua di Indonesia. Bunaken meliputi wilayah seluas 890.65 kilometer persegi. Sekira 97 persen dari taman nasional ini merupakan habitat laut sementara tiga persennya merupakan daratan, meliputi lima pulau, terdiri dari Bunaken, Manado Tua, Mantehage, Naen, dan Siladen.

Taman laut ini memiliki biodiversitas kelautan salah satu yang tertinggi di dunia sehingga menarik banyak penyelam dunia untuk berkunjung. Meskipun area taman nasional ini cukup luas, lokasi penyelaman hanya terbatas di masing-masing pantai yang mengelilingi kelima pulau yang ada di dalamnya.

Taman laut Bunaken memiliki 20 titik penyelaman (dive spot) dengan kedalaman bervariasi hingga 1.344 meter. Dari 20 titik selam itu, 12 titik selam di antaranya berada di sekitar Pulau Bunaken. Dua belas titik penyelaman inilah yang paling kerap dikunjungi penyelam dan pencinta keindahan pemandangan bawah laut.

Sebagian besar dari 12 titik penyelaman di Pulau Bunaken berjajar dari bagian tenggara hingga bagian barat laut pulau tersebut. Di wilayah inilah terdapat underwater great walls, yang disebut juga hanging walls atau dinding-dinding karang raksasa yang berdiri vertikal dan melengkung ke atas. Dinding karang ini juga menjadi sumber makanan bagi ikan-ikan di perairan sekitar Pulau Bunaken.

"Taman nasional Bunaken memang sangat indah, namun sayangnya kini sudah sangat ramai dan kotor," tutur Galih (23), seorang wisatawan yang beberapa bulan lalu mengunjungi Bunaken ketika dihubungiokezone via telepon, Selasa (7/2/2012). "Sekarang sudah banyak wisatawan yang diving di sini, dan sayangnya mereka tidak menjaga keindahan taman nasional ini dengan baik," keluhnya.

Namun Galih mengakui, taman nasional Bunaken masih menjadi pilihannya untuk wisata diving karena lokasinya mudah dicapai dan akomodasinya cukup lengkap dibandingkan dengan Taman Nasional Wakatobi atau Raja Ampat. "Ke Bunaken relatif mudah, dapat dicapai melalui pelabuhan manado dengan perahu motor selama 30 menit saja. Kemudian dari situ bisa ke pulau-pulau lain di sekitarnya dengan waktu yang hampir sama, sekitar 30-50 menit," tuturnya.

"Di pulau-pulau ini juga banyak resor dan homestay dengan harga beragam, juga fasilitas yang lengkap. Bahkan sambungan internet WiFi juga ada," katanya.

Waktu terbaik untuk menyelam di Bunaken adalah pagi hingga sore hari selama musim kering antara Mei hingga Oktober. Selain kemungkinan hujan dan terjadinya badai sangat kecil, pada musim ini sinar mentari yang berlimpah menambah dramatisnya teater bawah laut Bunaken.

"Semoga saja wisatawan yang datang ke Bunaken bisa lebih bertanggung jawab agar tidak merusak keindahan taman laut ini. Dan pemerintah juga lebih ketat menjaga wilayah ini karena merupakan aset penting pariwisata Indonesia," tutupnya.

Thursday, 9 February 2012

Arcopodo yang Tersembunyi di Mahameru

Dua arca batu itu berdiri berdampingan dalam senyap hutan di ketinggian 3.002 meter di atas permukaan laut. Keduanya menghadap ke utara sehingga pandangan mata setiap orang yang menatapnya akan mengarah ke Mahameru. Inilah Arcopodo, arca pemujaan tertinggi di Pulau Jawa yang pernah dikabarkan hilang.
Arca yang awalnya dianggap sebagai dongeng itu ”ditemukan” mendiang Norman Edwin dan Herman O Lantang dari Mapala Universitas Indonesia pada 1984.
Dua tahun kemudian, Norman kembali mendatangi dua arca itu dan menuliskan temuannya di majalah Swara Alam, ”Arca ini sulit dikenali karena kepala dan separuh badannya hilang.”
Semenjak itu, keberadaan kedua arca itu tak pernah lagi diketahui. Herman, yang mencoba mencari kembali dua arca ini dalam pendakian tahun 1999, gagal menemukan. ”Di jalur menuju tempat arca itu, saya mendapati jurang pasir yang dalam dan sulit diseberangi. Ketika itu saya sampai jatuh ke dalam jurang sehingga saya memutuskan tidak mengunjungi arca itu,” tulis Herman dalam buku Soe Hok-Gie: Sekali Lagi, 2009.
Pos pendakian Arcopodo (2.903 mdpl) sebenarnya masih ada hingga kini dan relatif mudah dicapai dari Pos Kalimati (2.698 mdpl). Namun, Pos Arcopodo yang dikenal sebagai titik pemberhentian sebelum ke puncak Semeru ini hanya berupa dataran seluas sekitar 20 meter persegi, dikelilingi pepohonan dan belasan prasasti untuk menghormati pendaki yang meninggal.
Dulu, prasasti untuk menghormati tokoh pergerakan mahasiswa, Soe Hok-Gie, dan rekannya, Idhan Lubis, juga ditempatkan di sini. Namun, tahun 2002, prasasti dua pendaki yang meninggal di Semeru pada 16 Desember 1969 ini dipindahkan ke puncak.
Para pendaki yang mencari dua arca di Pos Arcopodo pasti akan kecele. Itulah yang menyebabkan banyak orang mengira arca itu hilang atau dipindahkan.
Awalnya, kami juga ragu dengan keberadaan Arcopodo. Namun, Ningot S, anggota Search and Rescue (SAR) Lumajang yang memandu perjalanan, mengisahkan, sekitar tiga tahun lalu dia menemukan dua arca saat mencari pendaki yang hilang. Ningot menyebutkan ciri-cirinya, seperti digambarkan Norman dalam tulisannya. ”Satu arca kepalanya hilang, seperti dipenggal,” kata Ningot.
Jalur tersembunyi
Pagi itu, kami baru saja turun dari Mahameru (puncak Gunung Semeru). Kaki masih berat melangkah, napas pun tersengal. Namun, keinginan untuk menemukan kembali Arcopodo mengalahkan segenap rasa penat.
Setelah rehat sejenak di Pos Arcopodo, kami kembali merangkak naik ke arah puncak. Menjelang batas vegetasi (3.092 mdpl), kami menyimpang ke arah timur. Di depan membentang lembah, bekas aliran lahar yang rapuh. Lembah itu menyempit ke Mahameru yang menjulang angkuh, sementara sekitar 20 meter ke arah bawah, jurang dalam nyaris tegak lurus menjadi muara. Kami harus membuat takikan dengan tongkat sebelum menjejak tanah rapuh itu agar tidak tergelincir.
Melewati satu halangan, lembah lain yang lebih curam menghadang. Tenaga di titik nadir, tetapi melalui jalur yang sama, nyaris tak mungkin. Satu-satunya jalan maju harus merangkak di bawah rimbun pohon cemara, menyusuri punggungan tebing tipis.
Ketika melihat ke bawah, tiba-tiba kami dikejutkan pemandangan sepasang sepatu yang ditinggalkan persis di tubir jurang. Dua sepatu yang terlihat mulus itu seperti sengaja diletakkan. Rasanya tidak mungkin ada pendaki yang meninggalkan sepatu di tengah medan seperti ini. Kami menyeru beberapa kali, tetapi tak ada sahutan.
”Ini jalur orang tersesat. Korban biasanya hilang di sekitar sini ketika turun dari puncak. Dia berjalan menyimpang, menuruni lembah ini,” kata Ningot.
”Begitu sampai di lembah ini, pendaki yang kelelahan biasanya sudah putus asa dan sulit mencari jalan kembali. Padahal, di bawah jurang sangat curam, yang terkenal adalah Blank 75,” Ningot mengisahkan.
Namun, siapa orang yang meninggalkan sepatunya itu? ”Pulang nanti saya akan kembali mengajak teman untuk menyelidiki sepatu ini. Kami harus membawa tali-tali dan peralatan pemanjatan tebing untuk mendekat ke jurang itu,” kata Ningot.
Melalui dua lembah lagi, perjalanan berujung ke punggungan tebing. Di rerimbunan pohon cemara, dua arca batu itu berdiri. Selain atap seng yang keropos, dan lantai keramik yang mengalasi, dua arca itu terlihat masih sama seperti yang dipotret almarhum Norman.
Dua arca itu rupanya tetap di tempatnya sejak dulu. Namun, Pos Arcopodo yang populer dilalui pendaki ke puncak Semeru yang rupanya dipindahkan. ”Dulu jalan pendakian itu melewati dua arca itu. Sekitar tahun 1979, jalurnya berubah dan tak lagi melewatinya,” kata Sumarto (58), Pemangku Pura Mandaragiri di Senduro, Lumajang.
Sumarto tak mau mengungkapkan alasan pemindahan jalur itu. Jalur menuju Arcopodo itu memang seperti jalan rahasia yang dijaga alam dan para pemujanya....

Wednesday, 8 February 2012

Hati-hati Saat Unggah Foto di Facebook

Ghiboo.com - Hati-hati saat mengunggah foto di Facebook. Jangan sampai Anda menyesal dengan foto yang telah diunggah karena setelah dihapus foto tersebut kabarnya masih bisa diakses. Cara yang umum digunakan adalah dengan mengakses langsung link URL foto.Facebook memang telah janji berulang kali untuk memperbaiki masalah ini setelah pengguna menunjukkan bahwa gambar yang masih cenderung bertahan setelah dihapus. Memang tidak semua gambar yang terpengaruh, tetapi persentasenya signifikan.>Di situs teknologi Ars Technica, dilaporkan bahwa gambar seorang balita telanjang konon telah dihapus sejak 2008 tapi masih terlihat pada Februari 2012. Facebook telah berulang kali diberitahu tentang masalah tersebut, tetapi perusahaan beralasan sedang diperbaiki.>"Kami telah bekerja keras untuk memindahkan sistem penyimpanan foto kami ke sistem baru untuk memastikan foto benar-benar terhapus dalam 45 hari setelah permintaan penghapusan diterima," ujar juru bicara Facebook seperti dilaporkan Daily Mail, Selasa (7/2).>Pihak Facebook mengatakan proses tersebut hampir selesai dan kecil kemungkinannya foto masih tersimpan di sistem yang lama.>"Kami berharap proses ini selesai dalam 1-2 bulan mendatang, nanti kami akan melaporkan proses migrasi telah selesai dan kami akan menonaktifkan konten yang lama," tambahnya.>Laporan tersebut muncul seiring dengan protes pengguna terhadap fitur Timeline. Fitur ini memungkinkan pengguna melihat kembali posting mereka di masa lalu. Oleh banyak pengguna fitur ini rupanya tidak begitu disukai. So behati-hatilah kawan,..

Tuesday, 7 February 2012

Situs Gunung Padang Lebih Tua dari Piramida Giza

Jakarta,Tim Peneliti Bencana Katastropik Purba menduga kuat adanya bangunan piramida di situs Gunung Padang di Kabupaten Cianjur dan Gunung Sadahurip di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Dugaan itu mengundang kontroversi para ahli arkeologi dan geologi yang selama ini meneliti situs-situs geologi dan peninggalan arkeologi.
Menurut salah satu anggota Tim Peneliti Bencana Katastropik Purba, Danny Hilman, mereka mengebor hingga sedalam 20 meter di Gunung Padang, tak jauh dari situs megalitikum, dan menemukan tiga rongga di badan gunung. Satu dari ketiga ruangan itu berukuran 10 meter x 20 meter. Posisi ketiga ruangan bertingkat.
Hasil penelitian itu dipaparkan di Kantor Sekretariat Kabinet, Selasa (7/2/2012). ”Selama ini para ahli arkeologi hanya meneliti situs megalitikum di lapisan atas. Belum banyak meneliti ke bagian lebih dalam,” kata Danny.
Menurut dia, para peneliti terdahulu menganggap temuan di Gunung Padang hanya situs megalitikum biasa. Hasil pengeboran tim menemukan lapisan dasar fondasi bangunan berumur 4700 SM. Lebih tua dari piramida Giza di Mesir yang berusia 3500 SM.
Andang Bachtiar, yang juga anggota Tim Peneliti Bencana Katastropik Purba, mengatakan, pengeboran menemukan lapisan pasir. ”Kami mencari apakah lapisan itu bagian teknologi antigempa,” tuturnya.
Belum lagi ada klarifikasi tentang keberadaan piramida, tim juga menduga ada piramida di Gunung Sadahurip. Tim juga mengamati bentuk fisik kedua gunung itu mirip piramida.
Penemuan di situs Sadahurip dan Padang diklaim sebagian temuan Tim Bencana Katastropik Purba yang dibentuk Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam, Andi Arief. Tim beranggota sembilan orang dari berbagai disiplin ilmu, seperti geologi, geofisika, paleotsunami (ilmu tsunami purba), paleosedimentasi, geodinamika, arkeolog, filolog (ahli naskah kuno), dan antropolog.
Tim ini juga meneliti beberapa situs di tempat lain. Tujuannya untuk memahami apa ada kejadian alam hebat sehingga menghancurkan peradaban manusia waktu itu. Penelitian akan dilanjutkan 2,5 tahun ke depan melalui pendekatan riset, survei, manuskrip kuno, dan lain-lain.
Bantahan
Beberapa geolog dan arkeolog menampik adanya bangunan piramida di kedua gunung itu. Sutikno Bronto, geolog yang mendalami gunung api purba, mengatakan, kedua gunung itu ”hanya” gunung api purba. Bukan gundukan tanah berisi piramida.
Ciri-ciri lokasi gunung purba, lanjut Sutikno, adalah batuan penyusunnya merupakan hasil aktivitas gunung berapi setempat. Usia gunung api purba Padang lebih dari 2 juta tahun, sedangkan Sadahurip ribuan tahun.
Geolog dari BP Migas, Awang Harun Satyana, mengatakan, Indonesia mengenal bentuk piramida, yakni punden berundak. Untuk membuktikan ada tidaknya piramida di Sadahurip dan Padang, diperlukan penelitian secara menyeluruh. (IND/CHE)
Courtesy:KOMPAS ONLINE

Monday, 6 February 2012

Twitter Lebih Bikin Kecanduan Dari Pada Rokok,Alkohol dan Sex,..??

Amerika Serikat - Jika Anda diminta memilih, apa yang lebih sulit dihilangkan dari keseharian: rokok, alkohol, atau berjejaring sosial? Pasti jawabannya bakal beragam. Namun sebuah studi mengungkap bahwa banyak yang menjawab 'candu' Twitter dan Facebook jauh lebih sulit dilepaskan.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Universitas Chicago tersebut, banyak responden yang diteliti mengaku memiliki dorongan yang begitu kuat untuk berkicau atau Facebookan setiap harinya. Hasrat tersebut bahkan diakui jauh lebih besar dari sekadar merokok dan meminum alkohol. Namun masih di bawah keinginan untuk berhubungan seks dan tidur. 

Studi ini sendiri dilakukan kepada 205 responden yang berusia di antara 18-85 tahun dan dibekali oleh perangkat BlackBerry. Mereka diminta mengukur keinginan mereka untuk berjejaring sosial, dimulai dari hasrat yang biasa saja hingga dorongan yang sangat besar.

Dalam studi yang dilakukan selama satu minggu penuh tersebut, responden ditanyai sebanyak 7 kali dan diminta untuk melaporkan apakah mereka sangat berhasrat untuk login ke jejaring sosial itu dalam 30 menit terakhir dan apakah mereka memenuhi hasrat itu atau tidak. 

Mereka juga diminta untuk memberi nilai terhadap dorongan tersebut, mulai dari keinginan biasa-biasa saja sampai hasrat yang sudah tak tertahankan, sehingga benar-benar harus dipenuhi. 

Dari hasil riset kecil-kecilan tersebut, ada 10.558 respons yang terkumpul dan sebanyak 7.827 di antaranya merupakan dorongan yang sangat besar untuk eksis di Twitter cs. Dilansir Mactrast, rencananya hasil studi ini akan segera dipublikasikan dalam jurnal akademis Psychological Science. 

Ketua tim penelitian ini, Wilhelm Hoffman menjelaskan bahwa kedekatan pengguna dengan BlackBerry dan dilakukan secara terus-menerus telah menimbulkan tambahan keinginan untuk terus terhubung dengan media sosial. "Kehidupan modern berisi dari hiruk-pikuk akan keinginan dan ditandai dengan seringnya konflik serta resistensi," tukasnya.

Hmm... Lalu bagaimana dengan Anda? Apakah dorongan untuk ngetweet dan Facebookansetiap harinya juga begitu besar?

Real Madrid Luncurkan Situs Resmi Bahasa Indonesia,.

Jakarta - Satu lagi klub besar Eropa melirik Indonesia sebagai pasar yang potensial. Kali ini Real Madrid secara resmi telah meluncurkan situs resminya dalam versi Bahasa Indonesia.

Situs resmi Madrid dalam versi Bahasa Indonesia diluncurkan pada Senin (6/2/2012) waktu setempat. Ini adalah versi kelima dari Realmadrid.com. Sebelumnya mereka sudah memiliki situs dalam versi Bahasa Spanyol, Inggris, Arab, dan Jepang.

Peluncuran situs resmi El Real dalam versi Bahasa Indonesia merupakan hasil kerjasama antara Madrid dengan Mahaka Media. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya ekspansi Madrid ke luar Spanyol.

"Kesepakatan dengan Mahaka Media meningkatkan ekspansi merek kami dan basis fans di luar Spanyol. Kami sangat senang bisa memberi akses pada audiens yang besar dan beragam ke situs Real Madrid," ujar Pedro Duarte yang merupakan Manajer Media Baru Real Madrid di situs resmi klub.

Situs yang bisa diakses di alamat www.realmadrid.co.id ini akan memuat informasi tentang berita terbaru dari klub, informasi dan hasil pertandingan, video wawancara pemain, konferensi pers, pernyataan pers, arsip pertandingan, foto pemain dan legenda Madrid, dan konten eksklusif lainnya.

"Sepakbola adalah olahraga paling populer di Indonesia dan salah satu olahraga universal yang menyatukan seluruh fans di dunia. Kesepakatan ini akan memungkinkan kami untuk menyampaikan yang terbaik dari Real Madrid untuk fans di Indonesia," sahut Presiden Direktur Mahaka Media, Adrian Syarkawi.

"Kami yakin Real Madrid punya banyak hal yang ingin disampaikan pada fans setianya di sini," imbuhnya.

Madrid menjadi klub keempat Eropa yang meluncurkan situs resmi dalam versi Bahasa Indonesia. Sebelumnya Juventus, Inter Milan, dan AC Milan sudah memiliki situs dalam versi Bahasa Indonesia.
Kira-kira klub mana yang akan menyusul,..??

Tuesday, 9 August 2011

Memperbaiki Hp Yang Rusak

Memperbaiki  Handphone Yang Sering Eror
Temen-temen mungkin kesal ketika sedang asik smsan tiba-tiba hpnya mati,atau loading datanya lelet.Mungkin itu salah satu tanda bahwa hpnya ada masalah.Mungkin terkena virus atau file datanya sudah korup. Untuk mengatasi problem tersebut saya ada tips untuk memperbaikinya.  Salah satu cara untuk memperbaikinya  dengan cara update firmware hp tersebut  dengan versi yang terbaru. Ada beberapa software yang perlu temen-temen persiapkan,…
  Alat-alat tersebut antara lain :
1.       Software Phoenix
2.        Firmware versi terbaru sesuai dengan tipe hp yang akan di flash
3.        Cable data
4.         PC,Laptot,netbook untuk install phoenix dan firware
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan flashing terhadap hp Nokia kita, hal tersebut antar a lain:
1.       Back up atau pindahkan data-data penting yang ada di hp kita seperti : kontak tlpn dan file-file penting lainnya.
2.       UnInstal software yang berbau Nokia,nokia PC Suite dan sebangsanya.
3.       Cabut SIM Card dan Memory dari hp kita
4.        Pastikan Batrai pada hp kita dalam posisi Full.
Adapun urutan kerjanya sebagai berikut ;
1.       Instal Phoenix ke PC kita,..Silahkan temen-temen cari di Mbah google atau atu download ja lewat link ini : http://rapid*share.com/files/299680024/Phoenix_2009.34.7.exe atau di : http://www.indo*web*ster...com/Phoenix_2009347.html
2.       Instal Firware Yang sesuai dengan hp yang akan di Flash.Untuk download firmwarenya silahkan temen-temen berkunjung ke: http://www.blue-nokia.com/
Setelah semua sudah terinstal dengan benar baru lakukan flashingnya berikut gambar melakukan flashing hp Nokia:


1. buka phoenix, klik "manage connections"







aku make usb. ex. DKE-2 cable.

Sample Flash log

Flashing started
Creating product data items list
Product data items list created
Backup not required
Flashing phone
Initializing
Asic CMT: Verifying communication to device...
Getting product info...
Loading image files...
AdlServer: Rebooting...
Closing connection
Waiting for USB device. Press phone's power button (if you start from dead terminal)
ROM Boot Drivers loaded. Creating RAW connection
Connecting to device...
Connection opened
Connection opened to BootCode successfully
First wait command failed. Preparing for bootrom waiting loop ...
Sending Wait Request...
Sending Wait Request...
Sending Wait Request...
Sending Wait Request...
Sending Wait Request...
Sending Wait Request...
Sending Wait Request...
Sending Wait Request...
Sending Wait Request...
Sending Wait Request...
Sending Wait Request...
Sending Wait Request...
Sending Wait Request...
Sending Wait Request...
Sending Wait Request...
Sending Wait Request...
Sending Wait Request...
Sending Wait Request...
Sending Wait Request...
Sending Wait Request...
Flashing Secondary boot code: 14848 Bytes
Sending USB data: 28%
Sending USB data: 55%
Sending USB data: 83%
Sending USB data: 100%
Secondary boot loaded
Skipping USB handshake...
Flashing Update Server Data: 2051785 Bytes
Flashing UPS data: 0%
Flashing UPS data: 26%
Flashing UPS data: 51%
Flashing UPS data: 77%
Flashing UPS data: 83%
Flashing UPS data: 87%
Flashing UPS data: 90%
Flashing UPS data: 93%
Flashing UPS data: 97%
Flashing UPS data: 100%
Flashing UPS data: 100%
Update server loaded
Waiting for Update Server to boot...
Closing connection
Connecting to device...
Connection opened
Asic CMT: Verifying communication to device...
Initializing Update Server....
Asic CMT: Verifying communication to device...
Loading image files...
Loading image files...
Asic CMT: Selecting programming blocks...
Warning: PAPUBKEY already selected
Flashing SingleAsic device...
Asic CMT: Start programming 66447 KB...
Asic CMT: Erasing rm230_04.21_prd_core.fpsx
Asic CMT: Erasing area 1...
Asic CMT: Erasing area 2...
Asic CMT: Erasing area 3...
Asic CMT: Partitioning rm230_04.21_prd_core.fpsx
Asic CMT: Partitioning area 1...
Asic CMT: Erasing rm230_04.21_prd_v15_01_apac2.fpsx
Asic CMT: Erasing area 1...
Asic CMT: Erasing rm230_04.21_prd_uda_erase.fpsx
Asic CMT: Erasing area 1...
Asic CMT: Erasing rm230_04.21_prd_uda_erase.fpsx
Asic CMT: Erasing area 1...
Asic CMT: Erasing rm230_04.21_prd_uda_erase.fpsx
Asic CMT: Erasing area 1...
Asic CMT: Programming rm230_04.21_prd_core.fpsx
Asic CMT: Programming 0%
Asic CMT: Programming 2%
Asic CMT: Programming 4%
Asic CMT: Programming 6%
Asic CMT: Programming 8%
Asic CMT: Programming 10%
Asic CMT: Programming 12%
Asic CMT: Programming 14%
Asic CMT: Programming 16%
Asic CMT: Programming 18%
Asic CMT: Programming 20%
Asic CMT: Programming 22%
Asic CMT: Programming 24%
Asic CMT: Programming 26%
Asic CMT: Programming 28%
Asic CMT: Programming 30%
Asic CMT: Programming 32%
Asic CMT: Programming 34%
Asic CMT: Programming 36%
Asic CMT: Programming 38%
Asic CMT: Programming 40%
Asic CMT: Programming 42%
Asic CMT: Programming 44%
Asic CMT: Programming 46%
Asic CMT: Programming 48%
Asic CMT: Programming 50%
Asic CMT: Programming 52%
Asic CMT: Programming 54%
Asic CMT: Programming 56%
Asic CMT: Programming 58%
Asic CMT: Programming 60%
Asic CMT: Programming 62%
Asic CMT: Programming 64%
Asic CMT: Programming rm230_04.21_prd_v15_01_apac2.fpsx
Asic CMT: Programming 66%
Asic CMT: Programming 68%
Asic CMT: Programming 70%
Asic CMT: Programming 72%
Asic CMT: Programming 74%
Asic CMT: Programming 76%
Asic CMT: Programming 78%
Asic CMT: Programming 80%
Asic CMT: Programming 82%
Asic CMT: Programming 84%
Asic CMT: Programming 86%
Asic CMT: Programming 88%
Asic CMT: Programming 90%
Asic CMT: Programming 92%
Asic CMT: Programming 94%
Asic CMT: Programming 96%
Asic CMT: Programming 98%
Asic CMT: Programming 100%
Asic CMT: Programming rm230_04.21_prd_uda_erase.fpsx
Asic CMT: Programming rm230_04.21_prd_uda_erase.fpsx
Asic CMT: Programming rm230_04.21_prd_uda_erase.fpsx
Finished Flashing
Rebooting to RFS Mode
Asic CMT: Verifying communication to device...
Waiting for communication response: 25
BB5 USB Flashing succeeded
Phone flashing completed. Waiting for phone to boot up
Bootup successful
Verifying communication to product (before flash finalizing)
Communication verified
Started product mode change
Product mode change complete
Doing factorysets
Factorysets complete
Loading default data to phone
Loading default data to phone
Getting Data Package
Reading product state
Starting backup/restore sub-procedure: data item pre-delay
data item pre-delay
data item pre-delay
Sub-procedure completed: Succeeded., result code: 0
Starting to backup/restore data item: ProductProfile, version: 1.0
Data Item backup/restore completed: Succeeded., result code: 0
Starting backup/restore sub-procedure: data item post-delay
data item post-delay
data item post-delay
Sub-procedure completed: Succeeded., result code: 0
Backup/restore result: 0 out of 1 items were not backed up
Default data loading complete
Stopping all operations, returning phone to default mode
All operations completed
Product flashing succeeded.

Monday, 20 December 2010


Prediksi Gempa Bumi dari Sinar Matahari

Penampakan Matahari (AP Photo| NASA)

VIVAnews - Para ahli bersikukuh gempa bumi sulit diprediksi. Namun R Shanmugasundaram mencoba mematahkan anggapan itu. Ia mengembangkan metode sinar matahari untuk memprediksi datangnya gempa.
Caranya, dengan melihat jatuhnya sinar matahari pada titik bumi.

Matahari adalah bintang yang paling dekat dengan planet bumi. Jarak antara bumi dan matahari sekitar 94,5 juta mil pada Aphelion (1 Juli) dan 91,5 juta mil pada Perihelion (1 Januari). Jarak dari dua tanggal tersebut tidak terlalu jauh dari rata-rata jarak, yaitu 93 juta mil. Namun, jumlah radiasi yang diterima adalah 7 persen lebih besar pada Perihelion daripada Aphelion.

Teori Fisika dari planet Bumi menunjukkan bahwa bumi berputar pada porosnya sendiri dengan kemiringan 23,5 derajat dan melengkapi satu kali siklus dalam 24 jam. Sebagai tambahan, dalam perjalanan bumi mengelilingi matahari, dijaga kestabilannya dengan garis Axis (garis imajiner sekitar yang objek yang berputar), yang jarak sudutnya 66,5 derajat dari orbit. Akibatnya, sudut di mana sinar matahari jatuh di titik bumi juga berubah.

Ketika bumi berputar pada porosnya sendiri, dengan kemiringan 23,5 derajat, untuk alasan yang tidak diketahui, tingkat derajatnya akan mengalami kemiringan selama beberapa hari dan akan kembali normal. Hal ini memungkinkan lava untuk mendorong mantel bumi.

Dengan kata lain, kenaikan dari sudut kemiringan bumi secara otomatis mengaturnya dengan benar pada posisi semula. Kondisi ini mengaktifkan platetektonik dan lava cair untuk cenderung menusuk bagian lebih yang lemah pada piring bumi yang menyebabkan gempa bumi dan erupsi vulkanik. Hal ini tergantung pada kerak bumi di mana isinya akan cenderung keluar.

Jadi, variasi ini dapat dicatat setiap hari pada permukaan yang halus dan dibangun di arah Utara/Selatan. Yaitu, dengan menggunakan sinar matahari terus-menerus dan tergantung tempat bencana anomali ditentukan. Ini hanya salah satu metode yang  terus-menerus dicatat untuk melihat deformasi kerak bumi sehingga gempa kecil maupun besar dapat diprediksi.

Seperti dikutip dari earthquake.itgo.com, metode ini telah diuji coba selama beberapa tahun terakhir secara berkesinambungan. Hasilnya menunjukan tingkat akurasi hingga 80 persen. (umi)
Petti Lubis, Mutia Nugraheni
• VIVAnews

Sunday, 19 December 2010

Review: Indonesia Mantap ke Final

Crisitan Gonzales (c) AFP
Crisitan Gonzales (c) AFP
Bola.net - Indonesia akhirnya mampu melaju ke final Piala AFF Suzuki 2010 setelah unggul agregat 2-0, usai laga semifinal ke dua melawan Filipina, Garuda kembali menang tipis 1-0.Kejutan diberikan pelatih Alfred Riedl dalam laga ini, ia untuk pertama kalinya menurunkan Yongky Aribowo sebagai starter. Kepercayaan itu langsung dibalas Yongky dengan kecepatan yang dimilikinya, sayang di babak pertama ini ia sering terjebak dalam posisi offside.
Peluang pertama Indonesia didapat di menit ke 10, saat Cristian Gonzales yang lolos dari jebakan offside saat mendapatkan umpan terobosan dari Yongky. Akan tetapi, El Loco yang tinggal berhadapan dengan Neil Etheridge gagal menaklukkan kiper itu.
Sementara Filipina mereka terlihat tampil bertahan dan hanya mengandalkan serangan balik saja, mereka hanya sesekali saja menyerang dan belum mampu menciptakan peluang.
Gagal menembus rapatnya pertahanan Indonesia, Filipina mulai menerapkan strategi untuk mencari peluang melalui set piece. Namun, usaha itu tak juga mampu membuat mereka mendapatkan peluang, dan mulai berupaya dengan spekulasi tendangan dari luar kotak penalti yang masih belum menemui sasaran.
Indonesia terus menyerang dan mendominasi jalannya pertandingan, akan tetapi Merah Putih belum juga memperoleh peluang yang cukup berarti. Tuan rumah baru memiliki peluang emas di menit ke 20 melalui tandukan Gonzales yang masih tepat mengenai Neil. Bahkan semenit kemudian Gonzales lagi-lagi gagal memanfaatkan peluang emas saat melewatkan bola sodoran Muhammad Ridwan yang sudah melewati kiper Filipina dari sisi kanan.
Cristian Gerard Alfaro Gonzales akhirnya mampu menebus dua peluang emas yang ia lewatkan tadi dengan mencetak gol spektakuler di menit ke 43. Tendangannya dari luar kotak penalti mengarah deras ke sudut kanan gawang Neil Etheridge dan membawa Indonesia unggul 1-0 yang bertahan hingga turun minum.
Pertandingan babak ke dua baru berjalan empat menit, Zulkifli Syukur sudah memberi shock therapy kepada kiper Filipina. Namun Neil masih bisa mementahkan bola tersebut dan langsung menangkap bola yang mental tersebut, ia terpaksa berbenturan keras sebelum dikuasai Yongki.
Filipina mencoba bangkit dan sempat memiliki peluang di menit ke 58, beruntung peluang emas Filipina itu gagal dimanfaatkan Greatwich, bola tandukannya masih tinggi di atas gawang Markus.
Memasuki menit ke 75, Indonesia mulai terlihat melakukan kesalahan-kesalahan yang seharusnya tak perlu dilakukan. Kesalahan dilakukan Zulkifli di menit ke 76 dan langsung direbut pemain Filipina, beruntung Markus dengan sigap keluar untuk menggagalkan peluang tersebut.
Meski Pelatih Filipina, Simon McMenemy mulai melakukan pergantian pemain dengan menarik keluar dua pemainnya di pertengahan babak ke dua, pelatih Indonesia, Alfred Riedl baru melakukan melakukan pergantian pemain di menit ke 84. Ia memasukkan Arif Suyono dan menarik keluar Okto. FIlipina, Simon McMenemy
Pertandingan tersisa tiga menit, dan Filipina harus bermain 10 orang saja. Christoper Greatwich akhirnya diusir keluar lapangan saat ia mendapatkan kartu kuning ke duanya dalam laga ini usai melakukan pelanggaran keras terhadap Markus.
Injury time selama empat menit yang diberikan wasit asal Bahrain, Ali Hasan Ebrahim Abdulnabi tidak mampu dimanfaatkan kedua tim dengan baik. Malang bagi Indonesia, Ahmad Bustomi harus diganjar kartu kuning karena terpancing aksi Anton del Rosario yang di sepanjang pertandingan sering melakukan provokasi kepada pemain Indonesia.
Skor 1-0 tetap bertahan hingga laga usai dan Indonesia akhirnya mampu melenggang ke final Piala AFF untuk ke empat kalinya. Di final yang akan berlangsung dengan sistem home and away 26 dan 29 Desember nanti, Indonesia akan ditantang Malaysia yang sempat mereka cukur 5-1 di babak penyisihan lalu. Leg pertama partai final akan dilangsungkan di National Stadium Malaysia, sedangkan leg ke dua akan dilaksanakan di stadion Gelora Bung Karno jakarta.   (bola/fjr)

Monday, 13 December 2010

Mengeksplorasi Keajaiban Komodo

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Satwa endemik komodo (Varanus komodoensis) terlihat di Pulau Komodo, Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Selasa (29/11/2010). Taman Nasional Komodo menjadi salah satu dari 28 finalis New 7 Wonders of Nature.
BAJO, KOMPAS.com - Nama Taman Nasional Komodo (TNK) rasaya sudah tidak asing lagi di telinga kita. Taman nasional seluas 173.300 hektar yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur tersebut merupakan habitat bagi satwa purba endemik Indonesia, Komodo Dragon (Varanus komodonensis).
TNK sendiri baru ditetapkan sebagai taman nasional sejak tahun 1980. Sebelas tahun kemudian UNESCO menenerima TNK sebagai situs warisan dunia dan cagar biosfer. Nama TNK semakin ramai dibincangkan setelah tahun lalu masuk dalam 28 finalis tujuh keajaiban dunia yang baru sebagai satu-satunya wakil Indonesia.

Beberapa hari lalu, Kementerian Kebudayaan dan Periwisata Indonesia memberi kesempatan puluhan jurnalis Indonesia dan asing untuk mengeksplorasi keindahan TNK, termasuk wartawan Harian Kompas. Perjalanan menuju TNK dijangkau dengan pesawat dari Jakarta menuju Denpasar, Bali, selama lebih kurang 90 menit.

Perjalanan kemudian dilanjutkan dari Denpasar menuju Labuan Bajo, ibu kota kabupaten Manggarai Barat menggunakan pesawat yang lebih kecil selama lebih kurang 60 menit. Dari Labuan Bajo, perjalanan selanjutnya hanya bisa ditempuh melalui jalur laut dengan kapal. Transportasi yang satu ini banyak disewakan warga setempat di Pelabuhan Labuan Bajo dengan harga kisaran Rp 800.000 hingga Rp 3 juta per hari tergantung jenis kapal dan berapa lama sewa.
Kapal yang kami gunakan sendiri yaitu cruise Merry Makin. Kapal mewah bertarif 6.000 dolar AS per hari ini mengantarkan kami menuju habitat komodo yaitu Pulau Komodo dan Pulau Rinca, dua pulau terbesar yang ada di TNK. Perjalanan dari Pelabuhan Labuan Bajo menuju Pulau Komodo ditempuh lebih kurang 90 menit.
Meski relatif dekat akan jauh lebih baik jika perjalanan dilakukan sepagi mungkin untuk menghindari terik matahari, menggingat Pulau Komodo merupakan padang savana yang gersang dan panas terutama saat musim kemarau.
Masih menunjukan pukul 08.00 WITA setibanya kami di pintu masuk utama Loh Liang, kantor sekaligus pos jaga para ranger (penjaga hutan), Kamis (3/12/2010). Petugas dari Balai Konservasi TNK, Ande Kefi bersama Yusuf Jenata, Muhammad Shaleh, dan Jackson Bele mulai memandu kami memasuki hutan lengkap dengan senjata utama mereka, tongkat kayu bercabang. Tongkat kayu sepanjang 2,5 meter memiliki cabang diujungnya berfungsi untuk menahan leher atau hidung komodo ketika menyerang.
Masih sangat pagi namun terik matahari setia menyengat kulit menemani perjalanan mengelilingi padang savana yang gersang. Dua puluh menit perjalanan menuju hutan asam, seekor komodo jantan dengan ukuran maksimum memiliki panjang 4 meter sedang berjemur untuk memanaskan tubuhnya tak jauh dari kubangan air.
Populasi komodo di pulau seluas 336 kilometer persegi tersebut ada sekitar 1.300 ekor. Reptil raksasa ini memasuki musik kawin hanya satu kali dalam setahun yaitu pada bulan Juli hingga Agustus. Pada musim kawin komodo jantan akan bertempur memperebutkan bentina. Satu bulan setelah musim kawin sang betina akan mencari lubang di tanah untuk bertelur. Sekali bertelur umumnya komodo mengeluarkan 15-30 butir telur dengan masa inkubasi antara 8-9 bulan. Anak-anak komodo yang menetas akan berlindung di atas pohon untuk menghindari predator dan kalibalisme dari komodo dewasa.
Total populasi komodo di TNK berjumlah lebih kurang 2.500 ekor. Sebanyak 1.300 ekor hidup di Pulau Komodo, 1.100 ekor di Pulau Rinca (211 km2), sisanya 100 ekor hidup di Pulau Gilimotang, dan Nusa Kode. Komodo, pulau dengan ketinggian 0-735 dpl tersebut merupakan habitat bagi rusa (Cervus timorensis floresiensis), babi hutan (Sus scrofa), dan puluhan jenis burung, 12 jenis ular dan satwa lainya. Sementara tanaman khas antara lain pohon lontar (Borassus flabellifer), pohon asam (Tamarindus indica), kepuh (Streculia foetida), bidara (Ziziphus jujuba), dan jarak tintir (Jatropha multifida).

Dari puncak Bukit "Sulphurea Hill", lansekap TNK bisa terlihat jelas. Lokasi ini pula yang sering digunakan untuk pengamatan burung terutama burung kakatua kecil jambul kuning (Cacatua sulphurea). Oleh karena itu pula puncak bukit tersebut dinamakan Sulphurea.
Perjalanan berkeliling berakhir sekitar pukul 10.00 WITA. Para pamandu hanya membawa kami pada rute medium sekitar 3,5 kilometer dengan waktu tempuh lebih kurang 90-120 menit. Meski perjalanan di Pulau Komodo usai, namun keindahan TNK belum usai.
Cruise Merry selanjutnya membawa kami menuju pink beach, pantai berpasir merah muda yang banyak dikunjungi wisatawan karena memiliki spot diving dan snorkling yang baik. Pink Beach lokasinya tidak jauh dari Loh Liang karena memang masih berada di pulau yang sama. Hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk menuju Pink Beach.
TNK sedikitnya memiliki 18 spot diving dan snorkling terbaik yang tersebar dari Puau Komodo hingga Pulau Rinca. Sedikitnya ada 18 spesies satwa air antara lain ikan hiu, lumba-lumba, ikan pari, dan penyu.

Pagi harinya, kami pun beranjak menuju Loh Buaya di Pulau Rinca. Loh Buaya lebih dekat dijangkau dari Labuan Bajo, hanya membutuhkan waktu sekitar 30-45 menit saja. Namun matahari jauh lebih terik dibandingkan kemarin saat mengunjungi Pulau Komodo. Padahal Pulau Rinca lebih terbuka dan sedikit sekali pohon besar yang tumbuh. Tak perlu menunggu lama, keringat pun sekejap membasahi tubuh.

Di gerbang masuk Loh Buaya, ratusan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) bertenger di pohon bakau. Perjalanan pun dimulai, Kali ini Jackson memimpin, ditemani Ande Kefi, Yusuf Jenata, dan Muhammad Shaleh. Pertama mereka menunjukan deretan beberapa kerangka kepala kerbau, rusa, kuda, dan babi hutan yang pernah dimangsa komodo.
Lama kami berjalan, tujuh ekor komodo berteduh di bawah kolong dapur, tempat biasa ranger memasak. Aroma ikan dan daging mengundang komodo untuk mendekat di sekitar dapur. Komodo sangat sensitif terhadap bau darah dan bangkai. Bahkan reptil raksasa ini bisa mencium darah dan bangkai dari jarak 20 kilometer dengan lidahnya.
Dan keindahan TNK saat ini sedang dipertaruhkan. Rencananya 28 finalis akan memperebutkan tujuh pesona keajaiban dunia yang baru (new 7 wonders) melalui voting online di www.new7wonders.com. hasil voting akan diumumkan 11 November 2011. New7Wonders memang memiliki peran strategis meningkatkan pariwisata Indonesia, terlebih bila Indonesia masuk dalah tujuh besar keajaiban dunia yang baru. Namun apakah Komodo bisa masuk ke dalam tujuh keajabiban dunia yang baru? Kita tunggu jawabanya tahun depan.
Penulis: LUCKY PRANSISKA   |
Si Cantik yang Merana


KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO
Suasana Danau Toba pada malam hari, Sabtu (23/10/2010).

Oleh: Lusiana Indriasari
Turis membeli rokok, sabun, atau sandal jepit dengan dollar itu sudah biasa.
-- Mangiring
DANAU Toba dikenal memiliki pemandangan yang elok dan permai. Sayang, kecantikan alam danau vulkanik terbesar di dunia itu kini mulai ditinggalkan, bahkan oleh penghuninya sendiri.

Di depan panggung besar di pinggir Danau Toba, perempuan setengah baya, Marbun (50), duduk santai bersama teman perempuannya. Malam itu, ia siap berdendang semalam suntuk ditemani sebungkus rokok kretek, kacang rebus, dan kopi pahit.
Di antara kepulan asap rokoknya, Marbun berdendang sambil sesekali memejamkan mata. Ia tampak menghayati lirik lagu ”Lam Ganda Sitaonon” yang dinyanyikan grup Marsada Band di acara Festival Danau Toba 2010.
Lagu ini bercerita tentang perempuan yang merana karena ditinggal merantau kekasihnya. ”Kalau dengar lagu ini, teringatlah aku pada masa muda dulu,” kata Marbun.
Dulu, pada awal tahun 1980-an, lagu itu sangat populer di kalangan anak muda Parapat, Kabupaten Simalungun. Kota yang dibangun Belanda sebagai tempat peristirahatan di pinggir Danau Toba itu menjadi lokasi kegiatan Festival Danau Toba 2010 pada Oktober lalu.
Marbun masih ingat, dulu kota Parapat gelap gulita. ”Rumah kami belum ada listrik, cuma lampu yang bikin hidung hitam (jelaga),” kenangnya.
Saat purnama menghiasi langit, anak-anak muda kota Parapat dan desa lainnya di sekeliling Danau Toba beramai-ramai keluar rumah. Mereka berkenalan lalu bercengkerama di pinggir danau. Di bawah sinar bulan, lagu- lagu cinta semacam ”Lam Ganda Sitaonon” dan ”Bulani” pun mengumandang di mana-mana.
Pagi harinya, anak-anak muda kota Parapat dan desa lain di sekitar Danau Toba sibuk melayani turis dari mancanegara. Mereka menjual jasa menjadi penyanyi kafe atau hotel, menjual cendera mata, menjadi pemandu wisata, atau menjual aneka macam barang untuk turis.
”Ketika itu masyarakat sudah bisa hidup dari pariwisata,” tutur Mangiring (57), Kepala Adat Desa Tomok.
Tomok merupakan salah desa wisata di Pulau Samosir. Desa ini termasuk masih ramai didatangi wisatawan karena merupakan salah satu pintu masuk menuju Pulau Samosir dari Pelabuhan Ajibata, Parapat.
Mengadu nasib
Danau Toba kini tidak seramai dulu. Tidak banyak lagi anak muda bercengkerama dan bernyanyi di pinggir danau seperti di masa lalu. Menurut Hamonangan Sirait (57), seniman dan juga Ketua Sanggar Nauli di Parapat, anak- anak muda yang tinggal di sekeliling Danau Toba memilih pergi mencari penghidupan ke kota lain. ”Di sini tidak menjanjikan hidup karena pariwisatanya sudah mati,” tuturnya.
Mereka yang memilih tinggal di Danau Toba sekarang ini sebagian besar adalah perempuan, anak-anak, dan orang tua. Industri pariwisata yang mati tidak bisa menopang hidup para seniman yang lahir di Danau Toba. Mereka yang punya kemampuan bermusik dan bernyanyi merantau ke daerah lain yang industri pariwisatanya bergairah, seperti Jakarta, Bali, dan Lombok. Di sana mereka menjadi penyanyi di hotel-hotel berbintang dan kafe.
Sebagian pengusaha hotel dan penginapan yang dulu ramai kembali menjadi petani atau petambak ikan. Sebagian lagi mencoba peruntungan dengan membuka hotel di tempat wisata lain, seperti Bali dan Lombok.
Merosotnya sektor pariwisata di Danau Toba, kata Hamonangan, sudah terasa sejak pertengahan periode 1990-an. Kondisi ini diperparah dengan krisis moneter yang melanda Indonesia pada tahun 1998, diikuti gangguan keamanan, seperti bom di Jakarta dan Medan.
Selain keindahan alam, kawasan Danau Toba kaya dengan situs peninggalan sejarah. Di Pulau Samosir, wisatawan bisa mengunjungi situs batu sidang di Ambarita, makam kuno orang Batak di Tomok, situs perkampungan tua di Simanindo, dan lain-lain. Sayangnya, budaya masyarakat yang masih kental dengan tradisi belum dieksplorasi dengan baik sehingga menjadi suguhan bergizi bagi para wisatawan.
Salah satu daerah di Pulau Samosir yang masih dikunjungi wisatawan adalah Tomok dan Tuk Tuk. Meski begitu, kata Mangiring, jumlah turis yang datang ke Tomok sangat merosot. Padahal, dulu turis asing yang datang ke Tomok rela tidur hanya menggunakan jaring yang dipasang di antara dua batang pohon (hammock). Ada juga yang membawa tenda karena semua penginapan milik warga Desa Tomok penuh dengan turis.
Karena banyak turis asing, transaksi ekonomi di desa yang kini berpenduduk 6.000 jiwa ini lebih banyak menggunakan dollar Amerika Serikat. ”Turis membeli rokok, sabun, atau sandal jepit dengan dollar itu sudah biasa,” tutur Mangiring.
Kehidupan wisata sedikit bergairah di Tuk Tuk. Kawasan berbentuk peninsula ini lokasinya sekitar 7 kilometer dari Tomok. Desa ini jadi pusat kegiatan wisatawan asing yang ingin melewatkan malam di Samosir.
Selain penginapan, Tuk Tuk pada malam hari terasa lebih hidup, dengan deretan kafe, bar, dan restoran yang buka mulai pukul 18.00. Menurut Julieti (30), pekerja Today’s CafĂ© di Tuk Tuk, turis asing yang datang ke Tuk Tuk kebanyakan berasal dari Belanda, Perancis, Jerman, dan Amerika.
Di sisi lain, kawasan Danau Toba yang ditinggalkan menyisakan puing-puing bangunan bekas resor, vila, ataupun penginapan sekelas losmen dan hostel. Beberapa kafe, bar, dan ruang pajang rental motor/mobil dibiarkan terbengkalai begitu saja.
Dulu, dari kafe dan bar inilah seniman-seniman lokal menghibur tamu. Suara alat musik tradisional gondang, taganing, seruling, berbaur dengan gitar dan keyboard, mengalun di pesisir Danau Toba yang kini merana ditinggalkan penghuninya. Kini semua seolah tinggal puing berdebu, tinggal kenangan kelabu.
Toba, oh, Toba si cantik yang merana....
Sumber :
Kompas Cetak